Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini


Sabtu, 25 Juli 2020

BNN Kabupaten Bogor Berikan Sosialisasi pada KSM Patroli

bogorkab.bnn.go.id - Cibinong, BNN Kabupaten Bogor mengadakan sosialisasi pada anggota KSM Patroli (25/07/2020). Sekitar 60 orang hadir mengikuti pelatihan di Kantor BNN Kabupaten Bogor.Kepala BNN Kabupten Bogor dalam sambutannya menyampaikan Bahwa BNN tidak bisa berdiri sendiri untuk perang melawan Narkoba. BNN membutuhkan peran serta masyarakat. Oleh karena itu Adanya pelatihan ini mempermudah kerja BNN di Kabupaten Bogor.Ia menambahkan walaupun di masa pandemi seperti ini. Kegiatan Pencegahan harus tetap dilaksanakan. Tentunya dengan mengikuti protokol kesehatan.Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Kesbangpol Kabupaten Bogor, Enday Zarkasyi. Dalam sambutanya Ia menyampaikan dukungan terhadap KSM Patroli dalam pelaksanaan kegiatan P4GN di Kabupaten Bogor.

Peran masyarakat merupakan peran yang paling vital. Dirinya berharap masyarakat mulai peduli dengan P4GN.

 


Jumat, 24 Juli 2020

Raker Pemetaan Kawasan Rawan di Wilayah Kabupaten Bogor

bogorkab.bnn.go.id - Cibinong, BNN Kabupaten Bogor melalui Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) adakan kegiatan Rapat Kerja Pemetaan Kawasan Rawan dan Sinergitas Pemberdayaan Alternatif (23/07/2020). BNN Kabupaten Bogor menghimbau beberapa daerah yang dianggap menjadi kawasan rawan agar meningkatkan kewaspadaan.

Rika Indriati selaku Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut berasal dari kegiatan pemetaan kawasan rawan oleh tim pemberantasan dan Rehabilitasi BNN Kabupaten Bogor. Di Daerah Bogor ada beberapa kawasan rawan berdasarkan tingkat kasus peredaran dan rehabilitasi."Kami mengungang perwakilan Desa kesini bukan berarti ingin menyudutkan desa yang dianggap rawan. Kami ingin mengajak pihak aparat Desa untuk sama-sama mencegah dan mengurangi peredaran Narkoba. Jadi jangan takut. Justru pihak Desa harus senang. Karena kami lebih perhatian pada Desa yang ditunjuk" Jelas Rika Indriati pada peserta Rapat (23/07/2020).Adapun beberapa desa yang dianggap rawan diantaranya; Cibinong, Citeureup, Cileungsi, dan lain-lain. Rika Indriati Roamer menekankan bukan berarti daerah lain dianggap aman. Kewaspadaan harus tetap ada, karena Narkoba ada dimana saja.Budi, perwakilan Desa Pakansari menyampaikan rasa terimakasih pada BNN Kabupaten Bogor.  Ia ingin Desanya terbebas dari peredaran gelap. Dirinya mendukung program pencegahan agar masyarakat mendapatkan informasi tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba. 




Sabtu, 6 Juni 2020

Jaring Kreativitas Netizen, BNN Kabupaten Bogor adakan Lomba Animasi

bogorkab.bnn.go.id- Cibinong, BNN Kabupaten Bogor adakan lomba Animasi dengan tema 'Milenial Anti Narkoba (Drugs Shade Your Life)'. Lomba ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional pada tanggal 26 Juni 2020.Lomba Iklan Layanan Masyarakat dalam bentuk Animasi ini, diharapkan dapat menjaring kreativitas masyarakat. Akhir ini Video Animasi dijadikan sarana alternatif untuk mengkampanyekan bahaya Narkoba.Lomba dibuka tanggal 07 Juni 2020 - 24 Juni 2020. Masyarakat umum boleh mengikuti lomba ini. BNN Kabupaten Bogor menyiapkan beberapa hadiah menarik diantaranya; Juara Pertama senilai Rp. 1 Jt, Juara Kedua senilai Rp.750 Rb, Juara Ketiga Rp. 500 Rb.Selain itu BNN Kabupaten Bogor juga memberikan juara favorit, dilihat dari jumlah viwer dan like terbanyak.Lomba ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk sama-sama mengkampanyekan hidup sehat tanpa Narkoba.  Indra


Jumat, 1 Mei 2020

Masa Pandemi belum Berakhir; BNN Kabupaten Bogor Pasang Spanduk sebagai Media Informasi

bogorkab.bnn.go.id- Cibinong, BNN Kabupaten Bogor pasang spanduk di sejumlah titik wilayah Bogor. Kegiatan pemasangan spanduk dipimpin langsung Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Bogor pada Jumat (01/05/2020). Sejumlah spanduk dipasang di tempat keramaian seperti terminal, pintu Tol, rest area hingga pasar tradisional. Media luar ruang ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai bahaya Narkoba pada saat Pandemi Covid 19.Pemasangan spanduk media luar ruang telah diinstruksikan oleh Kepala BNN Republik Indonesia dalam kegiatan rapat Video Conference. Kepala BNN RI, Heru Winarko berharap setiap BNNK di daerah dapat segera memasang informasi bahaya Narkoba melalui media luar ruang di sejumlah titik seperti pelabuhan, terminal, rest area hingga stasiun.Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Rika Indriati Roamer berpendapat bahwa Pemasangan banner/spanduk merupakan salah satu cara penyebaran informasi kepada masyarakat tentang bahaya Narkoba yang selalu ada walaupun dalam situasi pandemi covid-19 ini."Pandemi yg sedang terjadi di seluruh dunia adalah musibah terbesar bagi dunia, begitu pun Narkoba yang pasti selalu ada, saat pandemi ataupun tidak. Mari kita cegah pandemi Covid-19, dan tetap juga kita fokus pada bahayanya Narkoba"   jelas Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat.Informasi bahaya penyalahgunaan Narkoba harus tetap diberikan walaupun pandemi Covid 19 masih belum berakhir. Diharapkan adanya media informasi mengenai bahaya Narkoba baik melalui elektronik ataupun non elektronik dapat menyadarkan masyarakat akan bahaya penyalahgunaan Narkoba.  Waspada terhadap pengedar Narkoba dan selama Covid 19 tetap di rumah saja. Rep : Indra / Foto : Indra


Rabu, 22 April 2020

AKBP Teguh Purwanto Resmi Menjadi Kepala BNN Kabupaten Bogor

bogorkab.bnn.go.id - Cibinong Bogor, AKBP Teguh Purwanto telah resmi menjadi Kepala BNN Kabupaten Bogor. Beliau resmi dilantik oleh Kepala BNN Provinsi Jawa Barat, Brigjen Pol. Drs Sufyan Syarif, MH di Kantor BNN Provinsi Jawa Barat pada Selasa, (21/4/2020). Acara berlangsung lancar walaupun masih maraknya Pandemi Covid-19.Kepala BNN Provinsi Jawa Barat melantik tiga orang pejabat administrator diantaranya Kepala BNN Sukabumi, BNN Kota Bandung dan BNN Kabupaten Bogor. Pelantikan pejabat administrator  dilaksanakan melalui Video Conference disaksikan langsung oleh perwakilan Satker se-Jawa Barat.Dalam sambutannya, Brigjen Pol. Drs Sufyan Syarif menyampaikan bahwa pejabat yang dilantik saat ini agar lebih mementingkan kepentingan Negara daripada kepentingan pribadi, seseorang atau golongan. Dirinya menambahkan, pejabat terpilih harus menjunjung tinggi kehormatan Negara serta bersikap jujur, tertib, cermat dan bersemangat untuk kepentingan Negara.Sejak per Januari 2020, BNN Kabupaten Bogor memang sudah mengalami pergantian kepemimpinan. Hal tersebut disebabkan meninggalnya Kepala BNN Kabupaten Bogor , Drs Nugraha Setia Budhi, MM. Kemudian digantikan oleh Kompol Supeno, SH, MH sebagai Pejabat Sementara. Hadirnya AKBP Teguh Purwanto, diharapkan dapat meningkatkan kinerja pegawai di lingkungan BNN Kabupaten Bogor.AKBP Teguh Purwanto, Kepala BNN Kabupaten Bogor menyampaikan, walaupun di Indonesia dalam keadaan siaga Covid -19, diharapkan BNN Kabupaten Bogor dapat melaksanakan tugas dan arahan dari BNN RI sesuai rencana yang disepakati. Beliau mengapresiasi laporan yang diberikan Kasubbag Umum BNN Kabupaten Bogor mengenai kegiatan di lingkungan BNN Kabupaten Bogor. Dirinya berharap anggota BNN Kabupaten Bogor dalam kondisi sehat. Selain itu Dirinya meminta anggota yang sakit segera melaporkan agar diberikan penanganan lanjut. Rep : Indra/ Foto : Humas BNNP Jabar


Sabtu, 15 Februari 2020

BNN Kabupaten Bogor Berikan Parenting P4GN pada Wali Murid SMP Daarul Jannah

bogorkab.bnn.go.id - Cibinong, SMP Islam Plus Daarul Jannah bekerjasama dengan BNN Kabupaten Bogor berikan parenting P4GN kepada wali murid (15/02/2020). Kegiatan ini berturut-turut dilaksanakan agar orang tua dan guru dapat bekerja sama dalam upaya pencegahan dini penyalahgunaan pada siswa/siswi. Rencananya SMP Islam Plus Daarul Jannah akan melakukan penandatanganan MOU dengan BNN Kabupaten Bogor mengenai pelaksanaan program P4GN di lingkungan sekolah.Parenting P4GN dilaksanakan di SMP Islam Plus Daarul Jannah pada pertengahan bulan Februari Tahun 2020 yang dihadiri oleh Wali Murid Kelas VIII. Wali Murid mengikuti rangkaian kegiatan parenting P4GN dengan seksama. Sejauh ini SMP Islam Plus Daarul Jannah sudah melakukan dua kali pertemuan bersama wali murid.Kasi P2M BNN Kabupaten Bogor, Ibu Rika Indriati Roamer, S.P., M.Si. memaparkan bahwa penyalahgunaan Narkoba dampaknya sangatlah berbahaya. Penyalahgunaan Narkoba dapat merusak fisik, psikis hingga sosial. Menurutnya orang tua dan keluarga memiliki peran penting dalam membimbing anak – anaknya untuk senantiasa menjauhi penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.  Orang tua harus selalu mengawasi pergaulan anaknya baik di lingkungan rumah, sekolah maupun perkumpulannya.Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan sosialisasi parenting yang disampaikan Kasi P2M BNN Kabupaten Bogor. Peserta aktif  bertanya terkait informasi – infomasi lanjutan dari materi yang dipaparkan. Diharapkan wali murid dapat memahami bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba serta peran apa saja yang dapat dilakukan oleh orang tua dan keluarga demi menyelamatkan anak-anaknya dari bahaya penyalahgunaan Narkoba. Demi terwujudnya Indonesia Sehat Berprestasi Tanpa Narkoba. (Ed : Indra/ Co : Firni/ Foto : Apen)


Senin, 4 Mei 2020

Kepala BNN Kabupaten Bogor Kunjungi Dandim 0621

Bogorkab.bnn.go.id – Cibinong,  Kepala BNN Kabupaten Bogor bersama para Kasi dan Kasubbag Umum mengunjungi Dandim 0621 Senin (04/05/2020). Kunjungan ini sebagai bentuk silatruahmi pertama selama Kepala BNN Kabupaten Bogor baru menjabat.Kepala BNN Kabupaten Bogor, AKBP Teguh Purwanto menyatakan peredaran Narkoba di wilayah Kabupaten Bogor sangat banyak. Hal tersebut disebabkan jumlah penduduk yang mencapai 5 juta lebih dan letak geografis yang berdekatan dengan Jakarta. Oleh karenanya dirinya mengajak TNI melalui Babinsa untuk bersama-sama perang melawan Narkoba.“Saya senang kita sudah pernah melakukan kerjasama. Terimakasih Kodim 0621 sudah melibatkan BNN dalam beberapa kegiatan. Semoga kita selalu meningkatkan kerjasama lagi” ujar AKBP Teguh Purwanto (04/05/2020)AKBP Teguh Purwanto menambahkan, diharapkan Kodim 06621  bisa membantu Program Desa Bersinar di wilayah Kabupaten Bogor dengan menjadikan Babinsa sebagai corong terdepan di Masyarakat untuk mengarahkan program tersebut.Dandim 0621 menyambut hangat kedatangan Kepala BNN Kabupaten Bogor. Dirinya menjelaskan  saat ini semua elemen masyarakat sedang fokus mengatasi Pandemi Covid 19. Menurutnya Covid 19 sangatlah berbahaya sama halnya Peredaran Narkoba. Ia menambahkan bahwa Kodim 0621 memang rutin mengadakan program kegiatan P4GN di lingkungannya dan selala bekerjasama dengan BNN Kabupaten Bogor.“Kami sudah sering bekerjasama dengan BNN. Untuk saat ini kami melaksanakan program P4GN kepada anggota kami terlebih dahulu. Mengenai Babinsa memang mereka memiliki banyak tugas dan program di masyarakat.” jelas Dandim 0621 (04/05/2020)Respon positif dari Dandim 0621 ini sebagai langkah awal untuk melaksanakan program P4GN baik di lingkungan instansi ataupun di masyarakat. Dampak Narkoba sama berbahaya dengan Pandemi Covid 19, Bahkan Bahaya Narkoba sudah lebih awal muncul. Memang Dampaknya tidak terlihat secara langsung, Tapi kita perlu waspada dan menolak Peredaran Narkoba agar generasi kita hidup sehat tanpa Narkoba. Conten : Indra/ Foto : Dok Humas BNNK Bogor


Senin, 4 Mei 2020

Kepala BNN Kabupaten Bogor dampingi proses Pelantikan Pejabat Fungsional di Lingkungan BNN Kab Bogor

Bogorkab.bnn.go.id- cibinong, Kepala BNN Kabupaten Bogor didampingi para Kasi dan Kasubbag Umum mengikuti prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat pengawas dan jabatan fungsional di lingkungan BNNP Jabar dan BNNP Kalteng melalui video conference.  Kepala BNN Kabupaten Bogor turut bahagia dengan adanya Dokter fungsional di lingkungan BNN Kabupaten Bogor.Dokter Klinik Pratama BNN Kabupaten Bogor, dr Aprilia Lewanna, resmi dilantik menjadi Pejabat Fungsional Dokter Muda pada Senin (04/05/2020). Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala BNNP Jawa Barat di ruang serbaguna BNNP Jawa Barat. Sumpah Jabatan dilaksanakan melalui video conference melihat kondisi Pandemi Covid 19 masih berlangsung.Acara berlangsung khidmat dan lancar. Dalam kegiatan tersebut telah dilantik sembilan orang pejabat terdiri dari satu orang pejabat pengawas di lingkungan BNNP Jawa Barat, enam orang pejabat  fungsional di Lingkungan BNNP Jawa Barat dan dua orang pejabat pengawas di lingkungan BNNP Kalimantan Tengah.Kepala BNN Provinsi Jawa Barat, Brigjen Pol. Drs Sufyan Syarif, MH,  berpesan kepada pejabat pengawas dan pejabat fungsional yang telah dilantik agar mementingkan kepentingan Negara daripada kepentingan sendiri, seseorang atau golongan. Dirinya memerintahkan agar senantiasa menjungjung tinggi kehormatan negara serta akan bekerja dengan jujur, tertib, cermat, bersemangat untuk kepentingan negara.Selain itu Kepala BNN Provinsi Jawa Barat menyampaikan turut bela sungkawa atas meninggalnya Kepala BNNP Kalimantan Tengah. Ia meminta kepada peserta video conference untuk memanjatkan doa bersama. Konten : Indra/ Foto : Indra


Senin, 20 April 2020

PROGRAM DESA/KELURAHAN BERSINAR ; SOLUSI MEMUTUS JARINGAN NARKOBA

Peredaran gelap Narkoba tak ayal bagian dari mega bisnis illegal yang dilakukan oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Dulu memang peredaran Narkoba dijadikan senjata ampuh menghancurkan sebuah Negara seperti peristiwa perang candu di Cina. Namun kini peredaran gelap Narkoba bertransformasi menjadi sebuah komoditas bisnis yang menjanjikan. Bagaimana tidak ? satu gram barang haram tersebut bisa menghasilkan hingga 1,7 Juta/gram. Semua orang pasti mau berbisnis illegal itu jika mengabaikan nilai, moral dan hati nurani. Dalam kurun waktu setahun mungkin mereka sudah bisa mendapatkan keuntungan hingga triliunan rupiah.Saat ini penyalahgunaan Narkoba dianggap trend, fashion atau gaya hidup kekinian di kalangan masyarakat. Banyak public figure menjadi penyalahgunaan hingga terlibat kedalam jaringan peredaran gelap Narkoba. Para pecandu tidak memperdulikan berapa harga yang harus dikeluarkan. Mereka rela menjual apapun yang ada pada dirinya, demi sebuah kenikmatan sesaat. Sehingga mereka beranggapan ‘gue keren dan gaul kalau pake Narkoba’. Padahal tanpa disadari hidup mereka telah dirusak karena menyalahgunakan Narkoba.Trend ini bisa diistilahkan sebagai penyakit menular yang sangat berbahaya. Mirip seperti virus corona yang mewabah di negara Cina. Bahkan kini penularannya sudah menular di negara Indonesia. Penularannya sangat cepat menjangkit masyarakat setiap harinya. Penyakit ini bisa menular pada siapapun, dimanapun dan kapanpun.Permasalahan Narkoba tidak bisa dipandang sebelah mata. Perlu digaris bawahi bahwa Narkoba bisa dianalogikan sebagai bom yang sewaktu-waktu akan meledak, memporak-porandakan Ideologi Bangsa.  Mari kita hentikan lingkaran setan ini. Mari ciptakan kesadaran secara massif untuk menyatakan sikap stop Narkoba.Berperang melawan Narkoba sangat lah berbeda dengan berperang melawan penjajah seperti zaman dahulu. Jika melawan penjajah musuhnya sudah terlihat jelas, cara melawannya sudah ada, dan medan perangnya pun sudah pasti. Namun berperang melawan pengedar polanya sangatlah berbeda.  Mereka bekerja secara griliya, diam-diam dan tersembunyi. Mereka tumbuh dan berkembang sangat cepat, karena dengan mudah merekrut anggota baru. Mereka tidak merasa menyesal atas perbuatannya. Lingkaran ini harus segera dihentikan. Oleh karena itu Pemerintah dan masyarakat harus melakukan upaya strategis agar dapat berperang melawan sindikat Narkoba. Lantas bagaimana caranya menghentikan peredaran gelap ini?Pada awal tahun 2020, BNN sedang gencar-gencarnya mewujudkan program Desa/Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar) skala Nasional. Program Desa/Kelurahan Bersinar merupakan solusi jitu untuk berperang melawan sindikat Narkoba. Para pengedar tidak akan bebas memasuki lingkungan Desa/Kelurahan, jika masyarakat Desanya sudah mulai peduli dan waspada terhadap peredaran Narkoba. Diharapkan Desa/Kelurahan secara berkelanjutan melaksanakan program pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba (P4GN) yang dilaksanakan secara massif. Tiga pilar Desa/Kelurahan ; Kepala Desa/Lurah,  Babinsa, dan Bhabimkamtibmas didukung peran aktif masyarakat bersatu-padu dalam melindungi desanya dari peredaran gelap Narkoba.Program Desa Bersih Narkoba (Bersinar) hadir sebagai solusi dalam menekan penyalahgunaan. Bukan hanya itu saja, program ini diharapkan dapat membasmi, memutus jaringan peredaran gelap Narkoba. BNN bersama Kementerian Desa telah melakukan kesepakatan agar program Desa Bersinar ini menjadi program prioritas di lingkungan Desa/ Kelurahan. Keterlibatan pemerintah Desa dalam perang melawan Narkoba melalui pencegahan diatur dalam Undang-undang Nomor No 6 tahun 2014 tentang Desa mempunyai kewenangan dalam membina masyarakat Desa dan Permendes Nomor 11 tahun 2019 tentang prioritas penggunaan Desa tahun 2020.Regulasi sudah ada, konsep sudah matang, tinggal masyarakat nya saja yang harus mulai sadar, karena program Desa Bersinar ini tidak akan berjalan jika tidak ada peran aktif dari masyarakatnya. Pada intinya BNN dan aparat kepolisian tidak bisa berdiri sendiri untuk memberantas, memutus mata-rantai atau mesin penghancur peradaban manusia. Pemerintah membutuhkan peran aktif semua elemen masyarakat. Desa/Kelurahan selama ini telah menjadi ujung tombak sukses tidaknya program pemerintahan. Mari kita ciptakan budaya gotong royong dalam melaksanakan program P4GN. Anggaplah kegiatan pencegahaan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap ini bagian dari Jihad fisabillilah. Demi mewariskan generasi masa depan yang indah tanpa Narkoba.  Artikel : Indra/ Desain : Indra


Jumat, 14 Februari 2020

Waspada Konsumi Zat Berbahaya !

Tidak terasa Tahun 2020 sudah memasuki bulan Februari. Bulan dimana kebanyakan masyarakat di seluruh dunia menganggap sebagai bulan kasih sayang. Tidak terkecuali masyarakat Indonesia pun banyak yang ikut membudayakan peringatan hari kasih sayang ini, khususnya kalangan muda/mudi generasi penerus bangsa. Jelang peringatan hari kasih sayang beragam pangan berbahan dasar coklat marak diminati oleh masyarakat yang dijadikan sebagai simbol wujud cinta kasih kepada keluarga, pasangan bahkan teman seperkumpulan.Ancaman peredaran gelap Narkoba mulai merajalela. Peredaran gelap dapat diartikan peredarannya sulit untuk diketahui oleh masyarakat umum. Saat ini Bandar berinovasi mengedarkan Narkoba melalui makanan dan minuman. Pengedar selalu memiliki modus yang beraneka macam. Kita harus selalu berhati – hati dalam membeli, menerima dan mengkonsumsi makanan dan minuman apapun yang sekiranya asing ditelinga masyarakat umum.Berdasarkan data hasil survey Pusat Penelitian Data dan Informasi Badan Narkotika Nasional Tahun 2018. Sudah mencapai angka 3000 orang lebih korban penyalahguna Narkoba yang menjalani rehabilitasi di berbagai Balai Rehabilitasi. Rata – rata usia dari korban penyalahguna Narkoba adalah kurang dari 12 hingga lebih dari 46 tahun. Masyarakat yang masih tergolong dalam usia produktif. Akankah kita akan terus merelakan kehilangan generasi penerus bangsa?. Perlu adanya upaya pencegahan yang massif dan signifikan.Oleh karena itu, mari kita terapkan upaya – upaya apa saja yang dapat dilakukan demi menghindarkan diri dan lingkungan sekitar dari modus peredaran Narkoba yang dicampurkan ke dalam makanan atau minuman yang umumnya kita temui sehari – hari. Berikut upaya yang dapat dilakukan :Teliti sebelum memebeliSudah sering menjadi pembahasan diberbagai media informasi terkait himbauan “teliti sebelum membeli”. Baca dengan seksama apa saja komposisi yang terkandung dalam makanan atau minuman yang akan dibeli. Perhatikan kondisi dan tampilan kemasan yang akan dibeli (apabila makanan atau minuman yang umum dijual dipasaran). Perhatikan tanggal produksi dari produk yang akan dibeli. Yang paling penting adalah perhatikan nomer BPOM yang tertera pada kemasan, lakukan pengcekan pada website BPOM apakah produk yang dimaksud terdaftar dan aman untuk dikonsumsi.Harga produk makanan atau minumanWaspadai makanan atau minuman yang memiliki harga yang berbeda jauh dari harga pasarannya pada umumnya tanpa sebab yang jelas. Pada umumnya dikarenakan harga Narkoba dan zat – zat prekursor penyusun lainnya relatif mahal, sehingga terdampak pada harga makanan atau minuman yang mengandung Narkoba.Efek setelah dikonsumsiSetelah mengkonsumsi makanan atau minuman tertentu ada hal yang tidak biasa dirasakan, misalkan seperti mengantuk, pusing, ada rasa ketagihan untuk mengkonsumsi kembali dan lain sebagainya.Lakukan cek laboraturiumUntuk mengetahui dengan jelas adakah kandungan zat yang berbahaya bagi tubuh perlu dilakukan pengecekan laboratorium.Demikian beberapa rangkaian upaya yang dapat kita lakukan untuk menghidarkan diri dari makanan atau minuman yang terindikasi mengandung zat berbahaya bahkan Narkoba. Mari kita mulai dari diri sendiri. Wujudkan Indonesia Sehat Tanpa Narkoba. (Ed : Indra/ Co: Firni/ Foto : google.com)


Senin, 10 Februari 2020

Sering Diabaikan, Ini Dampak Mengkonsumsi Jamur Tahi Sapi / Lethong

bogorkab.bnn.go.id - Bogor, Berdasarkan letak geografisnya, siapapun pasti tahu bagaimana iklim di Kabupaten Bogor yang mayoritas adalah pegunungan dan perbukitan. Selain itu Bogor juga dikenal sebagai kota hujan. Faktor inilah yang menyebabkan banyaknya tempat lembab yang dapat menumbuhkan berbagai jenis jamur. Tidak terkecuali jamur yang tumbuh pada kotoran sapi atau lebih dikenal dengan sebutan magic mushroom. Jamur ini sudah dikenal sejak beberapa tahun silam. Ditambah lagi dengan munculnya kasus panganan yang berbahan dasar magic mushroom ini, ada yang berupa kripik, adapula yang dimasukan dalam bahan pembuatan kue brownies.Dengan begitu banyaknya modus penyelundupan dan peredarannya tentu kita perlu waspada terhadap semakin banyaknya ragam kuliner baik minuman maupun makanan yang ada disekitar kita. Mengapa kita perlu waspada terhadap jamur ini ? apa saja dampak dari konsumsi jamur ini bagi fisik baik jangka pendek maupun jangka panjang ? Berikut dampak secara umum yang ditimbulkan karena mengkonsumsi si magic mushroom yang bisa bikin fly ini :Jangka Pendek :Halusinasi, adanya kandungan zat psilosibina dalam jamur ini membuat siapapun yang mengkonsumsi berhalusinasi. Tentu halusinasi lebih banyak memberikan dampak negatif bagi kehidupan manusia. Apalagi di waktu dan tempat yang tidak tepat. Halusinasi dapat menjadi ancaman bagi orang yang ada di sekeliling si penguna.Distorsi Ruang dan Waktu, ketidakmampuan si pengguna dalam membedakan hayalan dan dunia nyata baik lingkungan yang ada disekitarnya maupun siang dan malam.Emosi yang tidak menentu, selain pengguna tidak mampu membedakan ruang dan waktu karena halusinasi, mengkonsumsi magic mushroom ini membuat si pengguna merasakan emosi yang tidak menentu dan tidak dapat diprediksi. Jelas ini akan membahayakan diri sendiri maupun orang yang ada di sekitarnya. Jangka Panjang :Kerusakan organ dalam, penggunaan atau mengkonsumsi sesuatu dalam jumlah berlebih tentu akan memberikan dampak negatif bagi tubuh manusia khususnya organ – organ inti yang ada di dalamnya. Apalagi mengkonsumsi zat yang jelas memberikan dampak buruk bagi tubuh dalam jangka waktu dan frekuensi yang banyak. Salah satu organ yang dirusak adalah otak. Siapapun pasti akan kesulitan bukan dikala organ inti dari tubuh sudah rusak.Kematian, dikala tubuh tak lagi sanggup bertahan karena tak ada lagi bagian dari tubuh manusia yang terdampak dari magic mushroom tinggalah kematian yang menanti.Sempat viral di beberapa media sosial online terkait beragam efek yang ditimbulkan karena mengkonsumsi magic mushroom. Diantaranya ada pengguna yang tidak dapat berhenti tertawa saat melihat orang disekitarnya bentuknya menjadi unik. Adapula yang menganggap dirinya menjadi sebuah barang sehingga menempatkan diri dan bersikap seperti barang yang ada dipikirannya.Sejumlah orang sudah mengetahui keberadaan dan efek dari magic mushroom ini tetapi masih banyak yang mengabaikan bahayanya. Sungguh memperihatinkan jika Negara Kesatuan Republik Indonesia ini kehilangan generasi penerus bangsa hanya karena kenikmatan sesaat dari zat zat berbahaya yang dikonsumsinya. Mari selamatkan generasi penerus bangsa. Dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar. Kita wujudkan Indonesia sehat tanpa Narkoba. (Ed : Indra/ Co : Firni/ Foto : Google)


Rabu, 22 Januari 2020

SELAMAT JALAN DRS NUGRAHA SETIA BUDHI, MM

Bogorkab.bnn.go.id – Bogor. Innalilahi wa Inailaihi Rojiun, telah berpulang ke rahmatullah, Kepala BNN Kabupaten Bogor, Drs Nugraha Setia Budhi, MM pada Selasa, 21 Januari 2020. Bapak Nugraha Setia Budhi merupakan sosok penting terbentuknya BNN Kabupaten Bogor hingga sampai saat ini. Beliau telah berkontribusi banyak dalam mejalankan Program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT.Tidak bisa dipungkiri datangnya kematian itu bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Sangat menyesakan memang ketika kita kehilangan seseorang dalam kehidupan kita. Kita hanya perlu bersabar dan bersabar. Kali ini BNN Kabupaten Bogor sedang berduka setelah kemarin (21/01/2020), Kepala BNN Kabupaten Bogor meninggalkan kita semua. Beliau bagian dari pelopor pergerakan program Pencegahan dan Peredaran Gelap Narkoba di Kabupaten Bogor.Drs Nugraha Setia Budhi, MM lahir di Bandung, 23 Oktober 1963. Beliau sudah menikmati pahit dan manisnya hidup di Pemerintah Kabupaten Bogor selama 25 tahun, hingga akhirnya pada tahun 2013 beliau memutuskan untuk membentuk BNN Kabupaten Bogor sampai saat ini.Kasi P2M BNN Kabupaten Bogor, Rika Indriati Roamer mengenang awal mula munculnya BNN Kabupaten Bogor yang dibentuk oleh Drs Nugraha Setia Budhi, MM. Menurutnya Bapak Drs Nugraha Setia Budhi, MM sosok yang selalu mengajarkan nilai loyalitas terhadap pimpinan dan anggota. Bertanggung jawab dan professional pada pekerjaan. Beliau juga selalu memotivasi agar selalu percaya diri dan belajar berani menghadapi apapun.“Bapak Budhi itu selalu memberikan perintah yang belum tau kita bisa atau tidak, tapi bapak selalu memotivasi bahwa kita pasti bisa. Bapak mendidik anggotanya selalu percaya diri terhadap kemampuan diri masing-masing. Kita bisa melakukan hal apapun termasuk di BNN sendiri. Beliau selalu berpesan kita harus jadi sahabat dari masyarakat. Saat kita jadi sahabat bagi masyarakat, mereka akan lebih terbuka tentang hal apapun kepada kita.” Jelas Rika Indriati Roamer (22/01/2020).Mari kita belajar dari beliau mengenai nilai-nilai loyalitas, tanggung jawab dan profesionalisme untuk melaksanakan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba. Mari jaga semangat beliau dalam melaksanakan program pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba. Ragamu boleh saja sudah tiada, tetapi semangat mu akan selalu hidup pada anggota BNN Kabupaten Bogor.

“Menguasai orang lain adalah kekuatan, menguasai diri sendiri merupakan Kekuatan Sejati”

Drs. Nugraha Setia Budhi, MM

Selamat Jalan Bapak, Semoga amal ibadah bapak diterima Allah SWT.

 (Artikel : Indra, Foto : Indra)


Senin, 20 Januari 2020

OMG !! Magic Mushroom / Jamur Lethong mengancam Generasi Milenial !

Seperti kutipan lirik lagu “Kolam Susu”, “Orang Bilang Tanah Kita Tanah Surga…Tongkat Kayu dan Batu Jadi Tanaman”. Dari lagu tersebut menggambarkan suburnya tanah pertiwi ini, sehingga menyebabkan banyaknya ragam tumbuhan sayur mayur dengan jutaan manfaat dari masing – masing kandungan gizinya.Tetapi kita perlu berhati-hati dengan tanaman yang tumbuh di negeri tercinta ini. Tidak semua tanaman memberikan manfaat. Bahkan banyak tanaman yang merusak tubuh kita apabila disalahgunakan. Salah satunya adalah “psilocybin mushroom” atau lebih dikenal dengan jamur lethong/kotoran sapi. Tumbuhan ini dapat merusak otak dengan menciptakan halusinasi pada penggunanya.Apa sih “psilocybin mushroom” itu ?. Yap, terlihat jelas dari namanya. Itu adalah sejenis tanaman jamur. Tapi bukan tanaman jamur biasa, media tempat jamur ini tumbuh subur adalah kotoran sapi. Jamur ini memiliki kandungan psilosibin, psilocin dan baeocystin yang dapat menimbulkan efek halusinasi tingkat tinggi. Mengkonsumsi jamur ini menyebabkan euforia, proses pikir yang berubah, visualisasi saat membuka atau menutup mata, perubahan persepsi terhadap ruang dan waktu, banyak pula yang mengalami pengalaman spiritual.Magic Mushroom ini mulanya marak digunakan pada masyarakat kelas bawah saja. Namun, seiring berjalannya waktu melalui berbagai perkembangan teknologi pada era milenial ini, magic mushroom mulai merambah pada pergaulan era milenial. Pada kisaran tahun 2017-2018 pernah beredar jenis pangan berupa kripik dengan berbahan dasar magic mushroom. Adapun pernah ditemukan panganan berjenis kue kering/cookies yang juga berbahan dasar jamur tersebut. Bahkan jamur ini sering dicampurkan pada makanan pokok seperti telor dan mie instan. Tidak menutup kemungkinan bertambahnya macam modus penyebarannya di lingkungan generasi milenial kini.Magic Mushroom sangat berbahaya apabila sering dikonsumsi penggunanya. Jamur ini dapat merusak otak, sehingga penggunanya menjadi “OON” alias “Lemot”. Biasanya pengguna aktif akan sulit berinteraksi dengan lingkungannya. Bahkan akan dinilai aneh oleh lingkungannya karena tertawa sendiri bahkan tidak nyambung jika diajak berbincang.Singkat kata, di era milenial masa kini dengan banyaknya media informasi yang dapat kita peroleh. Ada baiknya pada sela waktu luang kita sempatkan mencari informasi sebanyak-banyaknya terkait perkembangan modus-modus terkini peredaran Narkoba dan informasi penting lainnya. Tetap waspada dalam pergaulan. Tingkatkan iman dan takwa kepada Sang Pencipta. Mari kita wujudkan Milenial Sehat Cerdas Berprestasi Tanpa Narkoba.(Referensi : Wikipedia)(Ed : Indra P, Reporter : Firni Mulati, Foto : Google).


Senin, 20 April 2020

PROGRAM DESA/KELURAHAN BERSINAR ; SOLUSI MEMUTUS JARINGAN NARKOBA

Peredaran gelap Narkoba tak ayal bagian dari mega bisnis illegal yang dilakukan oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Dulu memang peredaran Narkoba dijadikan senjata ampuh menghancurkan sebuah Negara seperti peristiwa perang candu di Cina. Namun kini peredaran gelap Narkoba bertransformasi menjadi sebuah komoditas bisnis yang menjanjikan. Bagaimana tidak ? satu gram barang haram tersebut bisa menghasilkan hingga 1,7 Juta/gram. Semua orang pasti mau berbisnis illegal itu jika mengabaikan nilai, moral dan hati nurani. Dalam kurun waktu setahun mungkin mereka sudah bisa mendapatkan keuntungan hingga triliunan rupiah.Saat ini penyalahgunaan Narkoba dianggap trend, fashion atau gaya hidup kekinian di kalangan masyarakat. Banyak public figure menjadi penyalahgunaan hingga terlibat kedalam jaringan peredaran gelap Narkoba. Para pecandu tidak memperdulikan berapa harga yang harus dikeluarkan. Mereka rela menjual apapun yang ada pada dirinya, demi sebuah kenikmatan sesaat. Sehingga mereka beranggapan ‘gue keren dan gaul kalau pake Narkoba’. Padahal tanpa disadari hidup mereka telah dirusak karena menyalahgunakan Narkoba.Trend ini bisa diistilahkan sebagai penyakit menular yang sangat berbahaya. Mirip seperti virus corona yang mewabah di negara Cina. Bahkan kini penularannya sudah menular di negara Indonesia. Penularannya sangat cepat menjangkit masyarakat setiap harinya. Penyakit ini bisa menular pada siapapun, dimanapun dan kapanpun.Permasalahan Narkoba tidak bisa dipandang sebelah mata. Perlu digaris bawahi bahwa Narkoba bisa dianalogikan sebagai bom yang sewaktu-waktu akan meledak, memporak-porandakan Ideologi Bangsa.  Mari kita hentikan lingkaran setan ini. Mari ciptakan kesadaran secara massif untuk menyatakan sikap stop Narkoba.Berperang melawan Narkoba sangat lah berbeda dengan berperang melawan penjajah seperti zaman dahulu. Jika melawan penjajah musuhnya sudah terlihat jelas, cara melawannya sudah ada, dan medan perangnya pun sudah pasti. Namun berperang melawan pengedar polanya sangatlah berbeda.  Mereka bekerja secara griliya, diam-diam dan tersembunyi. Mereka tumbuh dan berkembang sangat cepat, karena dengan mudah merekrut anggota baru. Mereka tidak merasa menyesal atas perbuatannya. Lingkaran ini harus segera dihentikan. Oleh karena itu Pemerintah dan masyarakat harus melakukan upaya strategis agar dapat berperang melawan sindikat Narkoba. Lantas bagaimana caranya menghentikan peredaran gelap ini?Pada awal tahun 2020, BNN sedang gencar-gencarnya mewujudkan program Desa/Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar) skala Nasional. Program Desa/Kelurahan Bersinar merupakan solusi jitu untuk berperang melawan sindikat Narkoba. Para pengedar tidak akan bebas memasuki lingkungan Desa/Kelurahan, jika masyarakat Desanya sudah mulai peduli dan waspada terhadap peredaran Narkoba. Diharapkan Desa/Kelurahan secara berkelanjutan melaksanakan program pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba (P4GN) yang dilaksanakan secara massif. Tiga pilar Desa/Kelurahan ; Kepala Desa/Lurah,  Babinsa, dan Bhabimkamtibmas didukung peran aktif masyarakat bersatu-padu dalam melindungi desanya dari peredaran gelap Narkoba.Program Desa Bersih Narkoba (Bersinar) hadir sebagai solusi dalam menekan penyalahgunaan. Bukan hanya itu saja, program ini diharapkan dapat membasmi, memutus jaringan peredaran gelap Narkoba. BNN bersama Kementerian Desa telah melakukan kesepakatan agar program Desa Bersinar ini menjadi program prioritas di lingkungan Desa/ Kelurahan. Keterlibatan pemerintah Desa dalam perang melawan Narkoba melalui pencegahan diatur dalam Undang-undang Nomor No 6 tahun 2014 tentang Desa mempunyai kewenangan dalam membina masyarakat Desa dan Permendes Nomor 11 tahun 2019 tentang prioritas penggunaan Desa tahun 2020.Regulasi sudah ada, konsep sudah matang, tinggal masyarakat nya saja yang harus mulai sadar, karena program Desa Bersinar ini tidak akan berjalan jika tidak ada peran aktif dari masyarakatnya. Pada intinya BNN dan aparat kepolisian tidak bisa berdiri sendiri untuk memberantas, memutus mata-rantai atau mesin penghancur peradaban manusia. Pemerintah membutuhkan peran aktif semua elemen masyarakat. Desa/Kelurahan selama ini telah menjadi ujung tombak sukses tidaknya program pemerintahan. Mari kita ciptakan budaya gotong royong dalam melaksanakan program P4GN. Anggaplah kegiatan pencegahaan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap ini bagian dari Jihad fisabillilah. Demi mewariskan generasi masa depan yang indah tanpa Narkoba.  Artikel : Indra/ Desain : Indra


Rabu, 22 Januari 2020

SELAMAT JALAN DRS NUGRAHA SETIA BUDHI, MM

Bogorkab.bnn.go.id – Bogor. Innalilahi wa Inailaihi Rojiun, telah berpulang ke rahmatullah, Kepala BNN Kabupaten Bogor, Drs Nugraha Setia Budhi, MM pada Selasa, 21 Januari 2020. Bapak Nugraha Setia Budhi merupakan sosok penting terbentuknya BNN Kabupaten Bogor hingga sampai saat ini. Beliau telah berkontribusi banyak dalam mejalankan Program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT.Tidak bisa dipungkiri datangnya kematian itu bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Sangat menyesakan memang ketika kita kehilangan seseorang dalam kehidupan kita. Kita hanya perlu bersabar dan bersabar. Kali ini BNN Kabupaten Bogor sedang berduka setelah kemarin (21/01/2020), Kepala BNN Kabupaten Bogor meninggalkan kita semua. Beliau bagian dari pelopor pergerakan program Pencegahan dan Peredaran Gelap Narkoba di Kabupaten Bogor.Drs Nugraha Setia Budhi, MM lahir di Bandung, 23 Oktober 1963. Beliau sudah menikmati pahit dan manisnya hidup di Pemerintah Kabupaten Bogor selama 25 tahun, hingga akhirnya pada tahun 2013 beliau memutuskan untuk membentuk BNN Kabupaten Bogor sampai saat ini.Kasi P2M BNN Kabupaten Bogor, Rika Indriati Roamer mengenang awal mula munculnya BNN Kabupaten Bogor yang dibentuk oleh Drs Nugraha Setia Budhi, MM. Menurutnya Bapak Drs Nugraha Setia Budhi, MM sosok yang selalu mengajarkan nilai loyalitas terhadap pimpinan dan anggota. Bertanggung jawab dan professional pada pekerjaan. Beliau juga selalu memotivasi agar selalu percaya diri dan belajar berani menghadapi apapun.“Bapak Budhi itu selalu memberikan perintah yang belum tau kita bisa atau tidak, tapi bapak selalu memotivasi bahwa kita pasti bisa. Bapak mendidik anggotanya selalu percaya diri terhadap kemampuan diri masing-masing. Kita bisa melakukan hal apapun termasuk di BNN sendiri. Beliau selalu berpesan kita harus jadi sahabat dari masyarakat. Saat kita jadi sahabat bagi masyarakat, mereka akan lebih terbuka tentang hal apapun kepada kita.” Jelas Rika Indriati Roamer (22/01/2020).Mari kita belajar dari beliau mengenai nilai-nilai loyalitas, tanggung jawab dan profesionalisme untuk melaksanakan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba. Mari jaga semangat beliau dalam melaksanakan program pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba. Ragamu boleh saja sudah tiada, tetapi semangat mu akan selalu hidup pada anggota BNN Kabupaten Bogor.

“Menguasai orang lain adalah kekuatan, menguasai diri sendiri merupakan Kekuatan Sejati”

Drs. Nugraha Setia Budhi, MM

Selamat Jalan Bapak, Semoga amal ibadah bapak diterima Allah SWT.

 (Artikel : Indra, Foto : Indra)


Senin, 10 Februari 2020

Sering Diabaikan, Ini Dampak Mengkonsumsi Jamur Tahi Sapi / Lethong

bogorkab.bnn.go.id - Bogor, Berdasarkan letak geografisnya, siapapun pasti tahu bagaimana iklim di Kabupaten Bogor yang mayoritas adalah pegunungan dan perbukitan. Selain itu Bogor juga dikenal sebagai kota hujan. Faktor inilah yang menyebabkan banyaknya tempat lembab yang dapat menumbuhkan berbagai jenis jamur. Tidak terkecuali jamur yang tumbuh pada kotoran sapi atau lebih dikenal dengan sebutan magic mushroom. Jamur ini sudah dikenal sejak beberapa tahun silam. Ditambah lagi dengan munculnya kasus panganan yang berbahan dasar magic mushroom ini, ada yang berupa kripik, adapula yang dimasukan dalam bahan pembuatan kue brownies.Dengan begitu banyaknya modus penyelundupan dan peredarannya tentu kita perlu waspada terhadap semakin banyaknya ragam kuliner baik minuman maupun makanan yang ada disekitar kita. Mengapa kita perlu waspada terhadap jamur ini ? apa saja dampak dari konsumsi jamur ini bagi fisik baik jangka pendek maupun jangka panjang ? Berikut dampak secara umum yang ditimbulkan karena mengkonsumsi si magic mushroom yang bisa bikin fly ini :Jangka Pendek :Halusinasi, adanya kandungan zat psilosibina dalam jamur ini membuat siapapun yang mengkonsumsi berhalusinasi. Tentu halusinasi lebih banyak memberikan dampak negatif bagi kehidupan manusia. Apalagi di waktu dan tempat yang tidak tepat. Halusinasi dapat menjadi ancaman bagi orang yang ada di sekeliling si penguna.Distorsi Ruang dan Waktu, ketidakmampuan si pengguna dalam membedakan hayalan dan dunia nyata baik lingkungan yang ada disekitarnya maupun siang dan malam.Emosi yang tidak menentu, selain pengguna tidak mampu membedakan ruang dan waktu karena halusinasi, mengkonsumsi magic mushroom ini membuat si pengguna merasakan emosi yang tidak menentu dan tidak dapat diprediksi. Jelas ini akan membahayakan diri sendiri maupun orang yang ada di sekitarnya. Jangka Panjang :Kerusakan organ dalam, penggunaan atau mengkonsumsi sesuatu dalam jumlah berlebih tentu akan memberikan dampak negatif bagi tubuh manusia khususnya organ – organ inti yang ada di dalamnya. Apalagi mengkonsumsi zat yang jelas memberikan dampak buruk bagi tubuh dalam jangka waktu dan frekuensi yang banyak. Salah satu organ yang dirusak adalah otak. Siapapun pasti akan kesulitan bukan dikala organ inti dari tubuh sudah rusak.Kematian, dikala tubuh tak lagi sanggup bertahan karena tak ada lagi bagian dari tubuh manusia yang terdampak dari magic mushroom tinggalah kematian yang menanti.Sempat viral di beberapa media sosial online terkait beragam efek yang ditimbulkan karena mengkonsumsi magic mushroom. Diantaranya ada pengguna yang tidak dapat berhenti tertawa saat melihat orang disekitarnya bentuknya menjadi unik. Adapula yang menganggap dirinya menjadi sebuah barang sehingga menempatkan diri dan bersikap seperti barang yang ada dipikirannya.Sejumlah orang sudah mengetahui keberadaan dan efek dari magic mushroom ini tetapi masih banyak yang mengabaikan bahayanya. Sungguh memperihatinkan jika Negara Kesatuan Republik Indonesia ini kehilangan generasi penerus bangsa hanya karena kenikmatan sesaat dari zat zat berbahaya yang dikonsumsinya. Mari selamatkan generasi penerus bangsa. Dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar. Kita wujudkan Indonesia sehat tanpa Narkoba. (Ed : Indra/ Co : Firni/ Foto : Google)


Jumat, 14 Februari 2020

Waspada Konsumi Zat Berbahaya !

Tidak terasa Tahun 2020 sudah memasuki bulan Februari. Bulan dimana kebanyakan masyarakat di seluruh dunia menganggap sebagai bulan kasih sayang. Tidak terkecuali masyarakat Indonesia pun banyak yang ikut membudayakan peringatan hari kasih sayang ini, khususnya kalangan muda/mudi generasi penerus bangsa. Jelang peringatan hari kasih sayang beragam pangan berbahan dasar coklat marak diminati oleh masyarakat yang dijadikan sebagai simbol wujud cinta kasih kepada keluarga, pasangan bahkan teman seperkumpulan.Ancaman peredaran gelap Narkoba mulai merajalela. Peredaran gelap dapat diartikan peredarannya sulit untuk diketahui oleh masyarakat umum. Saat ini Bandar berinovasi mengedarkan Narkoba melalui makanan dan minuman. Pengedar selalu memiliki modus yang beraneka macam. Kita harus selalu berhati – hati dalam membeli, menerima dan mengkonsumsi makanan dan minuman apapun yang sekiranya asing ditelinga masyarakat umum.Berdasarkan data hasil survey Pusat Penelitian Data dan Informasi Badan Narkotika Nasional Tahun 2018. Sudah mencapai angka 3000 orang lebih korban penyalahguna Narkoba yang menjalani rehabilitasi di berbagai Balai Rehabilitasi. Rata – rata usia dari korban penyalahguna Narkoba adalah kurang dari 12 hingga lebih dari 46 tahun. Masyarakat yang masih tergolong dalam usia produktif. Akankah kita akan terus merelakan kehilangan generasi penerus bangsa?. Perlu adanya upaya pencegahan yang massif dan signifikan.Oleh karena itu, mari kita terapkan upaya – upaya apa saja yang dapat dilakukan demi menghindarkan diri dan lingkungan sekitar dari modus peredaran Narkoba yang dicampurkan ke dalam makanan atau minuman yang umumnya kita temui sehari – hari. Berikut upaya yang dapat dilakukan :Teliti sebelum memebeliSudah sering menjadi pembahasan diberbagai media informasi terkait himbauan “teliti sebelum membeli”. Baca dengan seksama apa saja komposisi yang terkandung dalam makanan atau minuman yang akan dibeli. Perhatikan kondisi dan tampilan kemasan yang akan dibeli (apabila makanan atau minuman yang umum dijual dipasaran). Perhatikan tanggal produksi dari produk yang akan dibeli. Yang paling penting adalah perhatikan nomer BPOM yang tertera pada kemasan, lakukan pengcekan pada website BPOM apakah produk yang dimaksud terdaftar dan aman untuk dikonsumsi.Harga produk makanan atau minumanWaspadai makanan atau minuman yang memiliki harga yang berbeda jauh dari harga pasarannya pada umumnya tanpa sebab yang jelas. Pada umumnya dikarenakan harga Narkoba dan zat – zat prekursor penyusun lainnya relatif mahal, sehingga terdampak pada harga makanan atau minuman yang mengandung Narkoba.Efek setelah dikonsumsiSetelah mengkonsumsi makanan atau minuman tertentu ada hal yang tidak biasa dirasakan, misalkan seperti mengantuk, pusing, ada rasa ketagihan untuk mengkonsumsi kembali dan lain sebagainya.Lakukan cek laboraturiumUntuk mengetahui dengan jelas adakah kandungan zat yang berbahaya bagi tubuh perlu dilakukan pengecekan laboratorium.Demikian beberapa rangkaian upaya yang dapat kita lakukan untuk menghidarkan diri dari makanan atau minuman yang terindikasi mengandung zat berbahaya bahkan Narkoba. Mari kita mulai dari diri sendiri. Wujudkan Indonesia Sehat Tanpa Narkoba. (Ed : Indra/ Co: Firni/ Foto : google.com)


Senin, 20 Januari 2020

OMG !! Magic Mushroom / Jamur Lethong mengancam Generasi Milenial !

Seperti kutipan lirik lagu “Kolam Susu”, “Orang Bilang Tanah Kita Tanah Surga…Tongkat Kayu dan Batu Jadi Tanaman”. Dari lagu tersebut menggambarkan suburnya tanah pertiwi ini, sehingga menyebabkan banyaknya ragam tumbuhan sayur mayur dengan jutaan manfaat dari masing – masing kandungan gizinya.Tetapi kita perlu berhati-hati dengan tanaman yang tumbuh di negeri tercinta ini. Tidak semua tanaman memberikan manfaat. Bahkan banyak tanaman yang merusak tubuh kita apabila disalahgunakan. Salah satunya adalah “psilocybin mushroom” atau lebih dikenal dengan jamur lethong/kotoran sapi. Tumbuhan ini dapat merusak otak dengan menciptakan halusinasi pada penggunanya.Apa sih “psilocybin mushroom” itu ?. Yap, terlihat jelas dari namanya. Itu adalah sejenis tanaman jamur. Tapi bukan tanaman jamur biasa, media tempat jamur ini tumbuh subur adalah kotoran sapi. Jamur ini memiliki kandungan psilosibin, psilocin dan baeocystin yang dapat menimbulkan efek halusinasi tingkat tinggi. Mengkonsumsi jamur ini menyebabkan euforia, proses pikir yang berubah, visualisasi saat membuka atau menutup mata, perubahan persepsi terhadap ruang dan waktu, banyak pula yang mengalami pengalaman spiritual.Magic Mushroom ini mulanya marak digunakan pada masyarakat kelas bawah saja. Namun, seiring berjalannya waktu melalui berbagai perkembangan teknologi pada era milenial ini, magic mushroom mulai merambah pada pergaulan era milenial. Pada kisaran tahun 2017-2018 pernah beredar jenis pangan berupa kripik dengan berbahan dasar magic mushroom. Adapun pernah ditemukan panganan berjenis kue kering/cookies yang juga berbahan dasar jamur tersebut. Bahkan jamur ini sering dicampurkan pada makanan pokok seperti telor dan mie instan. Tidak menutup kemungkinan bertambahnya macam modus penyebarannya di lingkungan generasi milenial kini.Magic Mushroom sangat berbahaya apabila sering dikonsumsi penggunanya. Jamur ini dapat merusak otak, sehingga penggunanya menjadi “OON” alias “Lemot”. Biasanya pengguna aktif akan sulit berinteraksi dengan lingkungannya. Bahkan akan dinilai aneh oleh lingkungannya karena tertawa sendiri bahkan tidak nyambung jika diajak berbincang.Singkat kata, di era milenial masa kini dengan banyaknya media informasi yang dapat kita peroleh. Ada baiknya pada sela waktu luang kita sempatkan mencari informasi sebanyak-banyaknya terkait perkembangan modus-modus terkini peredaran Narkoba dan informasi penting lainnya. Tetap waspada dalam pergaulan. Tingkatkan iman dan takwa kepada Sang Pencipta. Mari kita wujudkan Milenial Sehat Cerdas Berprestasi Tanpa Narkoba.(Referensi : Wikipedia)(Ed : Indra P, Reporter : Firni Mulati, Foto : Google).


Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP JAWA BARAT

0

Total Kasus Narkoba

0

Total Tersangka Kasus Narkoba

0

Total Pasien Penyalahgunaan

0

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

0

Jumlah Sebaran Informasi

Tautan Terkait